jump to navigation

Legenda mobil sport jepang November 21, 2010

Posted by caesarwolf in Info, Oto.
trackback

Setelah revolusi industry Jepang, boleh jadi negeri matahari terbit ini telah menjadi salah satu raksasa industry yang paling di takuti di dunia. Dan, era 60-an adalah awal dari kebangkitan dunia automotive jepang dengan banyaknya menelurkan icon-icon baru sport car legendaris dunia.

Memang secara umum sport car racikan Jepang “belum” melegenda sekelas Ferrari, Porsche atau Mercedes SL Series. Namun harus jujur diakui, Jepang telah mampu mewarnai hiruk pikuk dunia sport car dunia dengan menelurkan banyak varian yang mampu merubah banyak wajah dunia automotive ini. Sebut saja Nissan Skyline, Misubishi EVO atau Honda Type R merupakan varian-varian yang mempunyai sepak terjang yang tidak main-main dan sangat menghantui raksasa sport car sekelas Ferrari atau Porsche.Langsung aja ! ! Cepirot

Nissan Skyline

Debutnya dimulai pada tahun 1957 dengan nama Prince Skyline. Bermesin GA30 dengan daya maksimal 60 hp dengan konfigurasi OHV 1489 cc. Tipe ini selanjutnya disempurnakan pada versi sport yaitu Prince Skyline BLRA-3 dengan mesin 1836 cc bertenga maksimal 96 hp. Model ini terbilang debut awal kesuksesan Skyline family dengan ditandai dengan bayaknya varian ini masuk pada film-film Jpeang pada awal 60-an.

Karena terjadi merjer antara Prince Motor Company dan Fuji Precision Industries, pada tahun 1964 lahir Nissan S54 yang merupakan cikal bakal dari keluarga GTR. S54 bermesin inline 6 2000 cc yang mampu berkompetisi pada ajang GT II dengan mampu mengimbangi Porsche 904. Selanjutnjya tipe ini berkembang hingga tipe S57.

Tahun 1968 Nissan merilis tipe terbaru dari Skyline, yaitu Skyline 2000 GT-X. 1969 merupakan debut awal GT-R dengan lahirnya PGC-10 dengan mesin DOHC 2.0 liter. GT-R generasi pertama ini juga biasa diberi kode R380 yang hingga 1971 mempunyai record 33 kemenangan pada berbagai gelaran racing internasional. Di pasar domestic Jepang, Skyline awal ini secara meyakinkan mampu membungkam Toyota 1600 GT5, Isuzu Bellet GTR, Mazda Familia R100 dan Mazda RX2 bahkan Porsce sekalipun. Selanjutnya hingga 1977, Nissan terus mengemangkan sayap Skyline dengan kode C110, dengan model coupe dengan tanpa pilar pintu layaknya American Style, bermesin 2.0 dan 2.4 liter 160 hp. Dan akhirnya pada tahun 1981, Nissan merilis mesin Skyline dengan turbo pertama degan kode mesin L20ET.

Berbasis Nissan Laurel, lahir Skyline R30 yang merupakan cikal bakal Skyline modern yang kita kenal sekarang.R30 mempunyai 30 varian berbeda yang diekspor utuh atau di-CKD di Negara tujuan. Mesinnya masih disusupi turbo hanya saja berkonfigurasi lebih tinggi, yaitu 6 silinder. Tipe ini diproduksi dengan versi Paul Newman version (artist Holywood-RED) yang bermesin FJ20E DOHC, 150 hp yang masih sangat dicari oleh para kolektor hingga kini. Pada 1986 lahir generasi R31 dengan berbagai penyempurnaan dari body shape, handling hingga mesin. Ini adalah generasi awal Skyline bermesin RB series yang melegenda itu. R30 dibekali mesin RB30E dan mesin RB20DET pada generasi terakhir R30 yang mempu menyemburkan tenaga hingga 210 hp.

Selanjutnya R32 lahir pada 1989 dengan komposisi 2 dan 4 pintu. Ini adalah Skyline pertama yang menggunakan mesin DETT (Twin Turbo-RED). Karena tenaga yang cukup besar pada, maka beberapa penyempurnaan juga dilakukan teruta apada handling, suspension dan breaking system. R32 dibekali rem dengan 4 piston calipers pada bagian dengan dan 2 piston untuk belakangnya. R32 juga diproduksi dengan aura real sport car, GTR. Dibekali dengan mesin legendaries RB26DETT yang mampu bertenaga hingga 280 hp (juga tersedia versi racikan Nismo), ini dibekali dengan teknologi Ceramic Turbo yang terkenal ringan dan efisien.

Tipe ini secara membanggakan mampu menjuarai berbagai gelaran akbar balap seperti JTCC, N1 Super Taikyu, Australian Bathusrt 1000, Grup A Touring Car, Super Touring dan GT500 yang artinya R32 mendapat perlawanan yang tidak main-main yaitu dari Porsche 959, Holden V8 dan Ford V8. Lantaran prestasinya itu, tahun 1993 R32 GTR di produksi dalam “Victory Spec” yaitu dibekali dengan BBS “mesh” R17, Brembo Breaking system dan juga ceramic turbo.

Melanjutkan dominasi R32, padan akhir 1993 R33 diluncurkan sebagai jawaban di dunia sport car bahwa “Nissan Mampu”. R33 merupakan salah satu generasi Skyline yang dicari orang untuk dikoleksi. R33 sudah dipenuhi oleh berabgai teknologi pendukung seperti Active LSD, NVCS dan system AWD. Mesinnya sendiri meracik generasi terkhir dari RB25DET DOHC, 250 hp. Pada tahun 1996, R33 juga disempurnakan pada versi GTR dengan penyempurnaan pada torsi, tenaga, aerodinamis dan handling. Mesin disempurnakan menjadi RB26DETT DOHC, 305 hp untuk versi GTR Autech dan 400 Hp untuk versi Nismo (RBX-GT2)

Berbasis chasis R32, Skyline R34 dilahirkan pada 1998. R34 GT dibekali mesin RB20DE Neo yang diciptkan untuk menyeimbangkan gangguan Toyota Supra di pasaran Jepang. Versi GTR Nismo R Tune mampu menyemburkan tenaga hingga 475 hp dan versi Nismo Z Tune hingga 500 Hp dengan mesin RB26DETT Z2 Twin Turbo inline 6. R34 merupakan generasi terakhir Skyline dengan mesin inline 6.

Pada 2001, Nissan kembali memperkenalkan generasi baru dari kerajaan Skyline dengan mesin V6. Ini merupakan generasi ke-11 dengan kode V35. Tipe ini juga dirancang untuk tipe GT dengan mesin VQ35DE V6 dengan power maximum hingga angka 280 hp. Tipe ini dilanjutkan dengan tipe V36. Puncak dari kedigdayaan Skyline adalah paa versi terakhir yaitu R35 yang didaulat sebagai mobil tercepat didunia dengan mesin VR38DETT V6 Twin Turbo yang mampu mencapai 100 km/jam hanya dalam 3,1 detik.

Mitsubishi Lancer Evolution

Mempunyai panggilan akrab EVO dengan debut pertama pada ajang WRC 1992. Mempunyai beberapa ciri khas kompak, gesit, bertenaga turbo dan AWD System. Generasi pertama biasa disebut Mitsubishi EVO I, bermesin 2.0 liter, DOHC, 4WD. Ini merupakan teknologi mesin Mitsubishi VR4 pada bodi Lancer yang kompak. Tampil dalam dua tipe, GSR dan RS, dengan tipe mesin 4G63 bertenaga 250 hp. Pada tahun 1994, EVO II lahir dengan beberapa penyempurnaan. Paltform dasar shape body masih menggunakan basis EVO I dengan sedikit detail berbeda. Juga dilansir dalam dua tipe GSR dan RS dengan output power hingga 256 hp.

Pada Januari 1995, EVO III dirilis. Bentuknya secara umum sudah mengalami banyak kemajuan dengan beberapa perbaikan struktur aerodinamis dan beberapa bagian mesin dan suspense. Turbonya disempurnakan dengan tipe TD05-16G6-7 Turbo dengan peningkatan tenaga hingga 270 hp. Kemampuannya secara umum baik yaitu 0-100 km/jam dalam waktu 4,9 detik. EVO III merupakan salah satu varian legendaries EVO dimana tipe ini juga di populerkan melalui Manga Anime seprti Initial D.

Perubahan yang cukup besar terjadi pada july 1996 yaitu dengan kehadiran EVO IV. Struktur chasis dan shape body secara umum sudah lebih sempurna dari generasi sebelumnya. Aero kit seperti front skirt dan wing juga mengalami perubahan besar dengan nilai “f” yang lebih baik (down force-RED). Tipe ini mempunayi record penjualan yang baik diseluruh penjuru dunia dengan tenaga mesin hingga 280 hp. Selanjutnya pada 1996 EVO V dirilis dengan beberapa penyempurnaan pada interior seperti penggunaan Recaro Seat, body kit FRP ersion, velg alloy R17, Brembo breaks,dan system pembakaran baru yang lebih effisien tanpa mengurangi perform umum. Selanjutnya, Mitsubishi berkonsentrasi meng-up grade system pendingin dan ketahanan mesin pada EVO VI pada tahun 1999. Pada versi ini, EVO VI juga merilis versi Rallyart yang bertenaga hingga 330 hp. Nama EVO VI juga makin Berjaya dengan driver Tommi Makinen pada ajang WRC. Versi Makinen memepunyai beberapa kelebihan antara lain Recaro seats, embose logo Tommi Makinen, Enkei Wheels, Momo Steering wheel, titanium turbine dan lain-lain.Versi Tommi Makinen ini juga biasa disebut EVO 6,5.

Pada musim kompetisi WRC 2001, EVO menurunkan versi VII dengan platform yang berbeda dari generasi VI. Basisnya mengambil Lancer Cedia.dalam beberapa review test, EVO VII ini juga mampu “mengggigit” mobil dengan kasta yang jauh lebih terhormat seperti Ferrari 360 Modena dalam beberapa hal. EVO VII tampil dalam dua versi yaitu GTA dan GSR. Gear box EVO VII ini dibekali dengan teknologi Fuzzy Logic yaitu sebuah teknologi yang memungkinkan mobil belajar menyesuaikan diri dengan kebiasaan sang pengendara. Selanjutnya perubahan besar juga terjadi pada Tokyo Motor Show 2003 dimana Mitsubishi merilis EVO VIII yang juga mempunyai platform yang berbeda. Kali ini Mitsubishi mengambil “saudara tua” EVO, yakni GTO dalam hal handling dan performa umum. Secara umum tampilan nya lebih manis namun tetap mencirikan sebuah legenda mobil yang bertenaga dengan garis-garis yang dinamis. Tidak hanya itu, BBS Wheel, Momo Streer, Bilstein Shock dan aluminiun roof merupakan perlengkapan standar. Tidak hanya itu, bahan ringan carbon fiber juga santer terlihat pada setiap detail yang ada seperti engine hood, aero kit dan lain-lain. Menggunakan mesin L4G63 2.0 liter Turbo DOHC. Dalam beberapa review di Eropa dan Amerika, Generasi kedelapan ini mampu secara meyakinkan mengalahkan Lamborghini Murcielago, Audi RS4 dan Porsche Carrera 4S.

Maret 2008 merupakan moment dimana EVO memperkenalkan lanjutan karya fenomenalnya di Genewa Motor Show. EVO IX menggunakan mesin pintar L4G63 lengkap dengan embel-embel MIVEC (variable valve timing technology, mirip VTEC, VANOS atau VVTi) yang secara otomatis mem-boosting poer output hingga 286 hp. Seperti halnya EVO generasi sebelumnya, EVO IX menggunakan BBS Wheel, Momo Streer, Bilstein Shock dan Brembo Breaks. Beberapa varian EVO biasanya diindikasikan dengan kode alphabet seperti MR,RS, GSR atau GT mempunyai arti yang berbeda dan juga bias diartikan dimana mobil itu dipasarkan seperti JDM, USDM atau EDM. Selain itu, walaupun tidak termasuk dalam keluarga besar EVO, namun mangambil basis EVO IX, Mitsubishi juga memperkenalkan MIEV (Mitsubishi In Wheel Electrical Vehicle) berpenggerak motor listrik dengan maksimum output 68 hp.

Klimaks dari puncak karis Lancer Evolution adalah dengan dilahirkannya EVO X yang sama sekali berbeda dengan para pendahulunya. Secara umum, EVO X mempunyai ciri yang sangatlah futuristic dengan design moncong yang sangat Mitsubishi dengan tema Shark nose-nya yang fenomenal. Mesinnya memang secara umum mempunyai maksimal output yang lebih besar dan terhitung sangat efisien. Bermesin 4B11T Turbocharged bertenag maksimal 380 hp. Fitur juga tergolong sangt lengkap dengan fully newest technology seperti GPS dan fully car entertainment by Rockford Fosgate.

Mazda RX Series

Tidak mau kalah dengan merk dunia lainnya, Mazda juga mempunyai secret weapon yang terhitung kompetitif dan mampu membungkam mulut lawan yang sesumbar. Yup, tidak lain adalah Mazda RX Series. Pertama diperkenalkan pada publik 1970 bermesin Rotary dengan kode Mazda RX2 (juga dikenal sebagai Mazda RX1, Capella 616/618). Diproduksi hingga akhir 1978. Dua tip mesin di ciptakan untuk RX2 yaitu 12A, dengan performance 120 hp dan 10 detik untuk 0-100 km/jam serta 12B dengan tenaga optimal 198 hp untuk versi racing. Prestasinya lumayan gemilang khususnya di Amerika dimana pernah menjuarai IMSA dan Road Atlanta.

Tidak jauh berbeda dengan RX2, Mazda juga memperkenalkan Mazda RX3 pada tahun 1972 yang terus diproduksi hingga 1978. Juga dikenal dengan Mazda Savanna. Basic mesin masih sama dengan RX2 hanya dengan bungkus yang berbeda. RX3 juga cukup berprestasi dimana Mazda mampu merebut gelar Fuji 500, Japanese Grand Prix 1972 dan mengklaim sudah mendapat lebih dari 500 gelar hingga 1976 serta bersaing ketat dengan Nissan Skyline. Di Australia, RX3 sangatlah terkenal di track balap baik itu sirkuit ataupun Grag Race Track. Dalam banyak kelas RX3 sangat mendominasi di negeri kangguru ini. Selanjutnya Mazda melanjutkan dinasti RX dengan memperoduksi RX5 yang juga dikenal sebagai Mazda Cosmo. Medsinnya menggunakan Rotary 13B dan diproduksi dari 1975-1980. Bentuknya yang eksotis embuat RX5 menjadi incaran para kolektor.

Mazda akhirnya menciptakan RX7 yang legendaries dan fenomenal (nama lain dari RX-7 adalah Mazda Efini). Diperkenalkan dari 1978-2002. Paling tidak rentang waktu yang lama membuktikan kalau RX memang salah satu dari legenda sport car Jepang. RX7 terkenal sangat lincah dam irit bahan bakar. Untuk menempuh 100 km/jam hanya dibutuhkan kurang dari 7 detik (khusus seri awal 1-4) dengan konsumsi bahan bakar 1:12. Pada 1984 RX7 memperkenalkan generasi keduanya dengan kode FC Series. Ini merupakan generasi awal penggunaan turbo. Juga dikenal dengan RX7 Savanna yang mampu digeber hingga 200 hp. Generasi ketiganya dikenal dengan kode FD. Mesin 13B-nya mampu memproduksi tenaga maksimal hingga 280 hp pada kapasitas daya pada 1300 cc.

Dilihat dari kaca mata prestasi, RX7 terbilang handal dan banyak sekali masuk daftar papan atas sport car dunia. Sebut saja Le mans 24 hours, IMSA GTU, Daytona, BTCC, WRC, D1 Grand Prix, Super GT, GT500, Formula Silhouette dengan hitungan masuk podium. Tidak hanya itu, banyak sekali pabrikan yang dibuat takluk, seperti BMW 530i, Ford Capri, Porsche dan lain-lain. Belum lagi kemampuan RX7 masuk layar lebar Holywood seperti Full Throttle, Too Fast Too Fourious 1,2 & 3 dan keberhaslan RX7 masuk podium para gamer seperti Need For Speed, Gran Turismo, GT 2002, Auto Modellista, Battle Gear 3 dan lain-lain.

The latest edition dari RX adalah RX8. Menggunaka mesin Renesis twin Rotary berkapasitas 2 x 650 cc agakanya merupakan dobrakan baru dari kerajaan Mazda RX. Mazda RX8 juga diciptakan dalam bentuk concept dimana mesinnya mengadopsi teknologi bahan bakar hydrogen yang ramah lingkungan. Ini masih ditambah dengan banyaknya pengharaagn yang diraih RX8 seperti 2003 International Engine of the Year, the 2003 Japanese Car of the Year, Australia’s Wheels magazine’s Car of the Year for 2003, the 2004 Singapore Car of the Year, the 2004 U.S. Best Sports Car, and several UK Best Car Awards. It was named on Car and Driver magazine’s Ten Best list for 2004, 2005, dan 2006, Car and Driver’s “Four of a Kind” comparison test, Winner of the 2006-2007 Golden Icon Award (presented by Travolta Family Entertainment) for “Best Sports Car”.

Toyota Celica

Celica didaulat sebagai salah satu sport coupe paling dikenaldi Jepang. Racikan Toyota ini pertama diperkenalkan pada 1970 yang juga diknal sebagai Toyota 2000 GT. Celica dikeluarkan dalam beberapa versi, yaitu LT, ST dan GT. Mesinnya menggunakan 2T-G berkapasitas 1.6 liter DOHC bertenaga 96 hp dengan karburator kembar garapan Solex. Seri pertama ini juga dikenal dengan kode A20/35 dengan model Liftback Coupe. Pada jamannya, Celica termasuk progressive dalam bidang design. Ini terlihat dari garapan slant nose yang panjang, coupe serta liftback design. Inijuga yang membuatnya dijuluki Japanese Mustang. Ada juga beberapa jokes yang menyatakan bahwa Celica generasi pertama ini merupakan Ford Mustang Pony Car.

Generasi kedua diberi kode A40 yang dirilis 1978. Mesinnya menggunakan 6 silinder segaris 4ME yang mampu mengeluarkan tenaga maksimal hingga 110 hp. Versi ini juga dibangun dalam versi GTV. Tipe ini juga cukup kompetitif dalam hal prestasi. Gelaran race seperti US Grand Prix sempat di curi oleh Celica. Selanjutnya generasi ketiga diperkenalkan pada tahun 1982 dengan kode A60. Mesinnya sendiri bervariasi antara 1.8 liter hingga 2.4 liter. Dengan 3T-GTE, Celica mampu berbicara pada race dunia seperti WRC. Tidak hanya itu, mesin ini juga di design dengan N/A, single turbo dan twin turbo.

Masuk ke generasi keempat, Celica diberi kode T160 yang diproduksi sejak 1986. Julukannya adalah Ultimate Celica alias Celica GT Four. Varian ini sangat berjaya di ajang WRC, menggunakan salah satu mesin terhandal Toyota, 3SGTE dengan turbo charged dan AWD yang mampu menghentakan tenaga hingga 190 hp. Pada seri keempat ini, Celica juga diperkenalkan oleh Toyota dengan beberapa tipe mesin handal lainnya seperti 3S-GE, 4S-Fi, 4AGE, 4S-FE dan lain-lain.Namun mesin terhandal Celica adalah 3S-GTE 16 Valve DOHC Turbocharged yang mampu mencapai 100 km/jam hanya dalam 7,9 detik. Selanjutnya, pada tahun 1990 Celica kembali merilis seri kelima dengan kode produksi T180. Ini merupakan The Most Powerfull Celica GT Four. Beberapa penyempurnaan seperti penggunaan turba CT26 twin entry Turbo doadops pada mesin 3S-GTE lansiran baru yang disempurnakan. T180 juga merupakan line up pertama Celica yang mengunakan 10 speaker untuk proses entertainment yang menawarkan super live sound system. Model ini juga yang membawa Celica manjadi jawara dunia WRC tunggangan Carlos Sainz dengan menggunakan tipe gear box E151F. Dalam perkembangannya, Celica juga menawarkan spec rally ini untuk pasaran bebas terutama JDM. Gear box pintar E151F ini diadopsi pada Celica versi Jepang dengan kode Celica GT-Four V dengan fitur ABS, Leather seat, airbag dan lian-lain. Selain the legend 3S-GTE, Celica untuk seri kelima ini juga memeprkenalkan mesin besar 2.2 liter 5S-FE DOHC in line 4.

Tahun 1994, seri keenam Celica dirilis dengan kode T200. Kali ini Celica juga banyak sekali memperkenalkan seri mesin-mesin handal sebagai dapur pacu seperti 7A-FE, 3S-FE, 3S-GE, 2.0 liter 3SGTE, dan 2.2 liter 5S-FE. Model ini dibagi pada beberapa sesi dimana setiap sesi produksi dibedakan dengan kode SS-I, SS-II dan SS-III. Model yang terakhir adalah model dengan mesin berteknologi VVT-i pada mesin 3SGTE dan 3SGE. Celica seriinijuga dibuat dalam versi jalanan dan GT. Generasi ketujuh adalah generasi terakhir untuk saat ini. Celica dengan kode peroduksi T230 ini sudah tidak mengusung mesin lawas teh legend 3SGTE lagi, namun sudah diganti dengan penggerak roda depan 1ZZ-FE dan 2ZZ-GE bertenaga maksimal 180 hp. Model ini adalah model yang cukup berhasil di pasaran dunia dan Indonesia tentunya. Modelnya yang sporti dan futuristik menjadikannya eye catching di jalanan dan juga bukan model yang sulit untuk di-dress up ala fashion car. Namun konon banyak isu merebak bahwa Toyoita segera akan merilis edisi kedelapan dari Celica. Dengan sedikit bantuan dari Subaru (Toyota memiliki sekitar 17% saham Fuji Heavy Industries) Celica kedelapan ini akan dibekali mesin 300 hp dan berpenggerak ganda / AWD.

Honda Type R

Tidak banyak di dunia ini sebuah mobil berkarakter individual yang mampu mempunyai karakter agresif, dinamis, praktis plus sebuah driving pleasure yang sangat menyenangkan dibanding sebuah Honda Type R. Yup, “R” berarti Racing (Untuk tipe lainnya “Type S” yang berarti Sport-RED) merupakan salah satu produk kebanggan Honda yang dalam perjalanannya mampu berbicara banyak terutama di Eropa, Amerika dan Jepang tentunya.

Honda mengemas Type R ini dengan unik, yaitu menggabungkan karakter khas Honda yang cepat dan gesit namun tanpa mengorbankan karakter mesin yang tangguh, ramah lingkungan dan sekaligus low fuel consumption. Inilah yang menjadikan hatch back ini selama 8 generasi keberadaanya susah untuk ditandingi dan menjadi kunci sukses Honda.

“Ini adalah saatnya kita merasakan sebuah mobil berkarakter individual, bermesin cerdas yang mampu mempunyai driving pleasure optimal serta sangat mungkinuntuk digunakan sehari-hari” demikian tegas Yasuhisa Maekawa, Honda R&D Chairman sekaligus Vice Chairman Honda Europe. Secara khusus produk ini memang tidak hanya diperuntukan bagi mereka yang muda, namun juga bagi mereka yang “masih” merasa muda dan berjiwa muda tambah Maekawa.

Pada permulaanya, pada 1973 Honda Civic memang dirancang sebagai sebuah kendaraan kompak dengan nuansa gabungan antara barat dan timur dimana karakter yang diinginkan adalah fast, dynamic, front wheel drive dengan space interior yang cukup lapang untuk penggunaan individual atau keluarga. Akhirnya pada tahun 1996 Honda merilis Euro Type R pertama (Civic dan Integra) dengan chasis EK9. Generasi ini mempunyai maksimum output engine 180 Hp dengan mesin B16A pada model SIR/VTi. Pada model ini penyempurnaan terus dilakukan pada sisi chasis (design dan raw material) serta tingkat balancing body secara keseluruhan.

Tahun 2001, kembali Honda memperkenalkan Euro Type R dengan EP chasis yang mempunyai model lebih sporty. Tidak seperti biasanya, Civic EP Chasis ini di produksi di United Kingdom dan di export ke Jepang. Mesin mampu mengeluarkan output 197 Hp at 8000 rpm, 6 tingkat percepatan manual, aeroform bumper, Recaro seats dan Momo steer dengan 6,8 detik untuk mencapai angka 100 km/jam. Dan edisi terakhir generasi dari Type R adalah FD2 Type R yang di perkenalkan pada awal 2007 lalu.

Tidak hanya Civic, Honda juga memperkenalkan NSX Type R yang bobotnya sudah direduksi sekitar 150 kg dari versi jalanan. NSX Type menawarkan sebuah driving pleasure ala sport yang kental dan menyenangkan. Inilah sebabnya mengapa produk ini cukup laris manis di pasaran dunia. Perbandingan bobot 50:50 menjadikan NSX sanagt stabil pada berbagi extreme maneuver sekalipun. Lantas apa lagi? Hmm…Honda juga memperkenalkan Integra Type R yang juga dikelan dengan DC2 bermesin B18C 200 hp. Bentuk yang sporti plus kemampuan mesin yang gemilang membuat DC2 sangat digemari anak muda. Dalam perkembangnnya, Integra juga dikembangkan dalamversi DC5, yaitu Integra bermesin K20A, 220 hp lengkap dengan emebel-embel i-VTEC yang juga dilengkapi dengan Recaro seats, Momo steer dan Brembo Breaks.

Comments»

No comments yet — be the first.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: